Eksekutif Prop Firm Mulai Mempertanyakan Aturan Konsistensi Secara Terbuka
Pimpinan Eightcap dan TTTMarkets secara terbuka mempertanyakan aturan konsistensi profit dalam dua wawancara terpisah di bulan Juli, dengan salah satunya menyebut versi milik kompetitor sebagai tidak dirancang dengan baik.
Dua eksekutif dari prop firm yang aktif beroperasi secara terbuka mempertanyakan aturan konsistensi profit, yaitu kategori persyaratan challenge yang membatasi seberapa tidak merata seorang trader dapat mendistribusikan keuntungan di berbagai hari trading. Pernyataan tersebut, yang disampaikan dalam dua wawancara terpisah yang diterbitkan oleh ResponsibleTrading.com pada bulan Juli, patut dicermati karena keduanya bekerja di firma yang juga menerapkan semacam aturan konsistensi dalam operasional mereka sendiri.
Apa yang sebenarnya dikatakan
Adam Bock, Head of Eightcap Challenges, menyebut aturan konsistensi profit sebagai satu-satunya aturan yang ingin ia hapus dari industri prop trading. Itu adalah jawaban langsung atas pertanyaan yang cukup tajam, dan pernyataan itu datang dari seseorang yang bekerja di dalam firma yang menjalankan pendanaan berbasis challenge. Archie Cade, Founder dan Director TTTMarkets, lebih spesifik dalam kritiknya. Ia tidak mengecam aturan konsistensi secara keseluruhan, tetapi menyatakan bahwa beberapa versi milik kompetitor dirancang dengan cara yang ia anggap bermasalah. Dengan kata lain, keduanya menarik garis antara aturan yang mereka pandang masih bisa dipertahankan dan aturan yang mereka anggap dirancang dengan buruk. Tidak ada indikasi bahwa salah satu dari wawancara tersebut merupakan pernyataan pencabutan kebijakan atau pengumuman perubahan aturan. Keduanya menyampaikan pendapat dalam konteks media industri.
Aturan konsistensi profit pada dasarnya dirancang untuk menyaring trader yang sekadar beruntung dari satu atau dua posisi besar, bukan yang benar-benar memiliki keunggulan yang bisa diulang. Salah satu versi yang umum membatasi persentase total profit yang boleh berasal dari satu hari trading saja, biasanya berkisar antara 30 hingga 50 persen. Logikanya, firma yang mendanai seorang trader ingin melihat bukti adanya proses yang konsisten, bukan sekadar satu transaksi yang kebetulan besar.
Kritik dari sisi trader selama ini selalu berputar pada satu poin: aturan ini menghukum strategi yang sah. Seorang swing trader yang menahan posisi melewati rilis data ekonomi terjadwal, trader futures yang memperbesar ukuran posisi pada setup dengan keyakinan tinggi, atau siapa pun yang keunggulannya memang bersifat episodik dan tidak merata setiap hari, bisa saja gagal dalam sebuah challenge bukan karena merugi, melainkan karena terlalu banyak untung dalam satu hari. Ketika aturan yang dirancang untuk menyaring penjudi justru ikut menyaring trader disiplin dengan profil return yang tidak merata, aturan itu berubah menjadi masalah desain, bukan lagi alat manajemen risiko.
Apa yang tampaknya diakui oleh Bock dan Cade, setidaknya sebagian, adalah bahwa industri ini belum berhasil menyelesaikan ketegangan tersebut dengan cara yang memuaskan.
Mengapa kritik dari dalam industri ini penting
Cukup umum bagi eksekutif prop firm untuk mengkritik kompetitor. Yang lebih jarang terjadi adalah ketika mereka mengkritik kategori aturan yang firma mereka sendiri gunakan. Perbedaan itu penting untuk dicatat. Bock tidak mengatakan bahwa implementasi spesifik Eightcap bermasalah. Cade mengatakan bahwa beberapa aturan milik kompetitor dirancang dengan buruk. Namun fakta bahwa keduanya bersedia menyebut aturan konsistensi sebagai area yang bermasalah secara terbuka mengisyaratkan bahwa diskusi di dalam industri jauh lebih rumit dari apa yang biasanya tercermin dalam bahasa pemasaran seputar aturan-aturan ini.
Bagi trader yang saat ini sedang menjalani funded challenge, kesimpulan praktisnya memang terbatas. Tidak ada satu pun dari wawancara tersebut yang mengumumkan perubahan aturan. Namun yang bisa diambil adalah konfirmasi bahwa ketidaknyamanan yang dirasakan banyak trader terhadap persyaratan konsistensi bukan semata-mata soal kurangnya kemampuan atau kesalahpahaman terhadap aturan. Sebagian dari orang yang menulis aturan-aturan itu pun memiliki kekhawatiran yang sama.
Yang perlu dipantau ke depannya
Kedua wawancara tersebut diterbitkan oleh satu outlet dan hanya mewakili dua titik data, bukan sebuah tren. Namun jika semakin banyak suara dari sisi firma mulai mempertanyakan aturan konsistensi secara terbuka, itu layak untuk terus dipantau. Perubahan desain aturan dalam prop trading secara historis bergerak lambat, lebih banyak dibentuk oleh apa yang dilakukan kompetitor daripada oleh masukan dari trader. Ketika eksekutif dari firma yang membayar mulai mengajukan pertanyaan yang sama dengan yang diajukan para trader, kondisi untuk terjadinya revisi aturan yang nyata menjadi sedikit lebih realistis.
Teks lengkap dari kedua wawancara, termasuk pernyataan spesifik Cade mengenai bagaimana aturan kompetitor dirancang, tersedia melalui publikasi asli ResponsibleTrading.com yang dirujuk dalam laporan Finance Magnates.
Artikel ini hanya bersifat informatif dan bukan merupakan saran keuangan atau trading.